facebook_pixel
Kapan Menikah ? Simak Jawabannya Disini

Kapan Menikah ? Simak Jawabannya Disini

Kapan menikah? Waduh .. ini nih pertanyaan yang mungkin Anda juga hindari. Saat menghadiri resepsi pernikahan dari sekian tetamu pasti ada salah satu yang nyeletuk ke temannya, “Kapan menikah?”. Pertanyaan yag mengujam sampai ke lubuk hati yang paling dalam, bagi yang belum siap, apalagi yang masih jomblo, jones (Jomblo Ngenes)

Ingin rasanya menghajar muka si penanya; mungkin ini salah satu bentuk kekesalan. Ingin rasa menyiram muka si penanya dengan kuah bakso yang ada di tangan, mungkin ini pula bentuk kekesalan lain. Dan .. ingin pula rasanya melempar muka si penanya dengan daging rendang yang ada di pinggir piring.

Segala bentuk kekesalan ingin diungkapkan, demi membela diri atas pertanyaan, “Kapan menikah”. Padahal, tak perlu galau nan luar biasa. Cukup tenang dan senyum dan jawab “Tahun depan!”. Selesai. Jika dia masih berburu kamu dengan pernyantaan lain, jawab lagi dengan tenang “Iya .. serius, tahun depan!”. Tapi apakah benar Anda akan menikah tahun depan? Tak masalah … syah – syah saja menjawab dan siapa tahu itu adalah doa yang kemudian dicatat oleh malaikat; kemudian suatu waktu Anda dipertemukan dengan jodoh. Hmmm … kenapa tidak?. Amiiin!!

Kapan Menikah ? Simak Jawabannya Disini

Tapi, ada juga pertanyaan, memangnya usia Anda sekarang berapa? Apakah memang sudah saatnya menikah atau belum? Kalau memang sudah saatnya, yah menikahlah. Jangan ditunda – tunda. Apakah benar ada usia yang tepat untuk menikah? Kapan usia yang tepat untuk menikah? Umur berapa sebaiknya mengakhiri masa lajang? Apakah usia 25 tahun sudah harus menikah? Atau 35 tahun? Atau?

Apakah Anda tahu apa yang terjadi jika Anda masih tetap lajang di usia 35 tahun? Anda bisa jatuh cinta dengan kehidupan tunggal dan tak pernah terpikir untuk menikah. Dari sebuah survei yang terhadap pria dan wanita lajang kelompok usia 35-40 tahun dengan latar belakang berbeda, ternyata mereka tak lagi memiliki keinginan menikah saat telah memasuki usia 35 ke atas, demikian ditulis Boldsky.

Banyak hal yang berubah ketika seseorang telah memasuki usia 35 tahun. Menikah bukan lagi prioritas utama, melainkan kedua. Pada usia ini, menurut beberapa survey, mereka lebih prioritaskan pendidikan dan karir.

Menurut ahli psikolog, usia 35 tahun adalah batas umur seseorang untuk melajang. Setelah masa itu sama saja dengan menjauhi masa prioritas zona berumah tangga.

Memang, masing-masing orang memiliki standar tersendiri untuk melanjutkan hidup mereka ke tahap yang baru.

Bahkan menurut studi University of Utah yang dilansir dari Cosmopolitan.co.uk, rentang umur 28 hingga 32 adalah waktu yang tepat untuk menikah. Pasangan yang menikah di rentang umur ini memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk bercerai di 5 tahun pertama. Namun, menikah muda kurang dari 28 tahun bukan berarti riskan bercerai, namun memiliki kemungkinan lebih tinggi.

Lantas, bagaimana jika seseorang belum menikah setelah usia melewati 35 tahun? kembali. seperti dilansir Boldsky, ada hal-hal yang lebih mungkin terjadi pada seseorang yang belum menikah di usia lebih dari 35 tahun dilihat dari sisi psikologis.

1. Setiap hubungan asmara membawa sejumlah batasan. Berbeda dengan kehidupan lajang yang lebih bebas. Jika Anda sudah menikmati hidup bebas terlalu lama, bisa jadi akan terlalu menikmatinya. Seakan Anda sudah berada pada zona kenyamanan. Dan untuk keluar dari zona nyaman adalah sesuatu yang butuh efort yang cukup lumayan. Sampai akhirnya Anda berada di titik tidak mau lagi terkekang dengan batasan di sebuah hubungan.

2. Memang, menikah membawa kebahagiaan di awal. Tetapi itu juga dapat membuat Anda stres, lelah, dan perasaan negatif lainnya. Lantas, buat apa menerima perasaan negatif itu ketika Anda bahagia saat melajang?

3. Ada juga yang berpikir hidup cenderung lebih fleksibel saat melajang. Jika mau pergi, tak ada yang larang. Mau kerja, pergi pesta, masih bebas … merdeka. Hidup Anda mungkin tidak akan sebebas itu ketika sudah menikah.

Kapan Menikah ? Simak Jawabannya Disini

4. Seseorang lebih mungkin untuk saling mengontrol hidup pasangannya. Inilah yang mungkin tidak mampu ditoleransi bagi orang yang sudah melajang hingga usia 35 tahun.

Tapi, soal perceraian … jangan khawatir, ini semua adalah studi berdasarkan tren statistik. Banyak juga pasangan menikah lebih tua atau lebih cepat dari rentang umur tersebut dan bertahan hingga tua.

Ok, semua kembali kepada Anda, kapan menikah. Anda yang menentukan. Anda yang akan menjalani hidup. Namun, ketika pernikahan dibawa kepada sebuah ibadah yang tulus, maka Anda akan berpikir untuk segera menikah. Menikah membawa nikmat. Semoga.

Leave a Comment: